Rabu, 25 Maret 2015

naskah drama sangkuriang

Pada zaman dahulu kala, di daerah parahiyangan Jawa Barat ada sebuah kerajaan yang diperintah oleh Prabu Galuga. Ia seorang raja yang gagah perkasa. Umurnya sudah 40 tahun namun ia tidak mempunyai permaisuri, memang dia tidak ingin beristri. Namun iya mepunyai seorang anak bernama Dayang Sumbi, anak tersebut ia teukan ketika iya sedang berburu. Dayang Sumbi adalah seorang anak yang diturunkan dari daerah kayangan. Sebab Prabu Galuga telah melanggar perintah ayahnya dahulu yang menyuruh Prabu Galuga untuk menikah, namun Prabu Galuga membantah.
( once upon a time, in the area of west java parahiyangan there is a kingdo ruled by king Galuga. He was a mighty king. Age was fourty years, but he has no consort, she didn’t want a wife. But ,has a so named Dayang Sumbi, the child he found while hunting. Dayang Sumbi is a child who descended from heaven region. Because king Galuga had disobeyed his father who told king Galuga first to get married, but the king Galuga denied.)
Prabu Galuga     : ” apakah ini sebuah karma bagiku ? “ (berkata dalam hati )
                                 “ is this a karma for me ? “ ( said to myself)
Dayang Sumbi   : “ ada apa ayah ? “    .  “ What’s the father ? “
Prabu Galuga     : “ kau harus segera menikah Sumbi “  .  “ you have to get married Sumbi “
Dayang Sumbi   : “ ampun ayahanda. Hamba belum berminat untuk berumah tangga.”
                                “ forgive me father. Servant is not interested in marriage.”
Prabu Galuga     : “ Sumbi, hanya ada dua pilihan bagimu. Mau menikah atau kau ku asingkan di tepi hutan. Hanya ditemani seekor anjing dan jangan pernah kembali ke istana, kecuali aku sendiri yang memerintahmu ! “
                                “ Sumbi, there are only two choices for you. Want to get married or you my exile in the forest edge. Only accompanied by a dog and don’t never returned to the palace, but I own the command you ! “
Dayang Sumbi   : “ baiklah aku akan memilih tinggal di tepi hutan.”
                                “ well I would choose to live on the edge of the woods.”
Sesampai ditepi hutan ( arriving on the edge of the woods )
Tumang                : “Sumbi kau tidak usah bersedih saya akan setia menemanimu sampai kau diperintahkan untuk kembali k kerajaan lagi “
                                “ Sumbi you don’t have to be sad I will faithfully accompany you until you’re instructed to return to the kingdom again “
Dayang Sumbi   : “ ( kaget dan heran ) Benarkah itu suaramu tumang ? apa kau bisa bicara ? Oh tumang akhirnya aku punya teman di tengah-tengah kesepian ini “
                                “ (shocked and wonder) Tumang voice is that correct ? what can you talk ? Oh tumang finally I have a friend in the middle of this loneliness “
Tumang                : “benar Sumbi aku bisa bicara, aku akan menjadi temanmu selama kamu kesepian. Tapi apa kamu mau berteman dengan seekor anjing sepertiku ? “
                                “true Sumbi i could talk. I will be your friend as long as you’re lonely. But what you want to be friends with a dog like me? “
Dayang Sumbi   : “aku tak peduli meskipun kau seekor anjing. Yang penting aku punya teman sekarang “ .   “ I don’t care if you’re a dog. The important thing I have friends now “
suatu hari ketika sedang menenun, salah satu tongkatnya jatuh ke danau. Ia merasa malas mengambil tongkat tersebut.  (one day while weaving, one of the wand fell into the lake. He felt the wand took this lazy )
Dayang Sumbi   : “ siapa yang mau mengambil tongkatku ,jika dia laki-laki akan kujadikan suami tetapi jika dia perempuan akan kujadikan sahabat “
“ who wants to take my stick,if he is man I’ll make her husband but if my daughters will make friends “
Tumang                : “ ini tongkatmu Sumbi “ .   “ this wand Sumbi“
Dayang Sumbi   : “tumang bukan engkau yang kumaksud” . “ tumang not you what I mean “
Dewi                     : “ Dayang Sumbi kau adalah bidadari. Bidadari pantang menjilat ludahnya sendiri, lagi pula  si tumang memang jodohmu. Sesungguhnya anjing itu adalah jelmaan dewa “  ..  “ Dayang Subi you’re an angel. Angel abstinence lick her own spit, besides he timang is your match. Indeed ,it is the incarnation of the god of the dog “
Dayang Sumbi pun akhirnya menikah dengan si tumang. Waktupun terus berlalu. Dayang Sumbi pun memiliki anak laki-laki yang tampan. Ia diberinama Sangkuriang. Tak terasa sangkuriang tumbuh besar dan pandai berburu. Suatu hari Sangkuriang hendak berburu.
(Dayang Sumbi was eventually married to the tumang. Time was ticking. Dayang Sumbi also have boy handsome. He named Sangkuriang. Not feel sangkuriang grow big and clever hunting. One day Sangkuriang about to hunt )
Dayang Sumbi   :  “nak, bawakan ibu daging rusa yah ?”  . “Son,bring deer meat mother well ?”
Sangkuriang       : “ya bu.”   .  “yes mom’s “
Lewatlah seekor rusa ( gone a deer )
Rusa                      : “Tumang, apakah itu anak mu ? “ .  “Tumang whether it’s your son ?”
Tumang                : “ benar bu dia adalah sangkuriang “  . “yes ma’am he was Sangkuriang “
Rusa                      :  “oh tuhan, aku ingin memeluk dan berbicara dengan cucuku tapi apalah daya, dia tak mungkin percaya terhadap ucapanku “ .  “ oh god, I wanted to hug and talk with my granddaugther but whatever the power,he could not believe in my words “
Sangkuriang       : “Tumang ! cepat gigit rusa itu! “    “ Hei tumang apa kau tidak mendengar perkataan ku! Cepat gigit rusa itu ! “
                                “Tumang! A quick bite deer !” “Hey tumang what you don’t hear my words, it’s a quick bite deer.”
Tumang hanya terdiam  (tumang was silent)
Sangkuriang       : “ayo tumang serang dia ! Tumang mengapa kau jadi bodoh begini.”    .     “ come tumang attack him ! Tumang why are you so stupid like this “
Sangkuriang memanah rusa tersebut. Namun anak panah mengarah pada si tumang. Kemudian ia menyembelih si tumang. Sesampainya dirumah daging itupun di masak, dan di makan bersama-sama.  ( sangkuriang the archery deer. However arrows lead to tumang. Then he slaughtered tumang. Arriving home rose in cooking meat, and eat together )
Dayang Sumbi   : “Sangkuriang, kemana si tumang? “  .   “ Sangkuriang Where Tumang ?”
Sangkuriang       : “bu , anjing itu sudah berani melawan perintahku. Tadi aku menyuruh dia menyerang rusa, namun dia malah terdiam kaku. Dan anak panahku malah mengarah kearah dia bu”  .    “mom’s , dog had dared to resist orders. Earlier I told him to attack deer, but instead he paused stiff. Kids my arrow instead leads to him mom’s”
Dayang Sumbi   : “ apaaa.. si tumang kau bunuh !! “   .   “ what... tumang you kill !!”
Sangkuriang       : “kenapa bu ? “  (terkejut)   .  “ why mom’s ?”  (shocked)
Prookkk,, praakkk , preeekkk . Dayang Sumbi memukul kepala sangkuriang dengan centong . ( Dayang Sumbi hit head Sangkuriang with ladle )
Dayang Sumbi   : “pergi dari hadapanku! Dasar kau anak durhaka! “ (bentak dayang sumbi)
                                “go away from me ! you base prodigal son !” (snapped dayang sumbi)
Sangkuriang       : “baik aku akan pergi bu dan tidak akan kembali lagi !!”   .  “well I’ll go mom’s and will not go back again !!“
Ia tak tahu kemana sangkuriang akan pergi, perlahan-lahan menyusuri hutan. Tiba-tiba sangkuriang pingsan, lalu datanglah seorang petapa yang sakti. (he didn’t know where sangkuriang going slowly through the forest. Sangkuriang suddenly fainted,and then came a powerful ascetic)
Guru                      : “siapa namamu nak? Mengapa kau tergeletak ditengah-tengah hutan? “ (membangunkan sangkuriang)  .  “what’s your name,son? Why are you lying joy in the midst of forest? “  (wake sangkuriang)
Sangkuriang       : “emmm..aku tak tahu siapa namaku.dan kau juga tak tahu tentang diriku sendiri”   . “umm.. I don’t know what my name was. And you also don’t know about myself “
guru                       : “wahh.sepertinya kau hilang ingatan.maukah kau menjadi salah satu muridku ?” “wahh. Looks like you’re missing memory. Will you be on of my students ?”
Sangkuriang       : “baiklah guru”  .  “let teachers”
Guru                      : “dan sekarang aku akan memberimu nama Jaka Galih” .   “and now I’ll give you the name of Jaka Galih “
12 tahun berlalu (twelve years have passed)
Guru                      : “sudah saatnya kau mengamalkan ilmu kepada masyarakat ilmu kepada masyarakat yang telah ku ajarkan !”    .    “it’s time you practice the science to the publik who have taught me !”
Sangkuriang       : “baiklah guru. Aku akan berpetualang untuk membantu masyarakat “ . “let teachers. I would venture to help society. “
Guru                      : “pesanku janganlah kau berjalan ke arah selatan “  .  “my message do you walk to the south “
Sangkuriang       : “kenapa saya tidak boleh berjalan ke arah selatan guru? “    . “why should not I go to the south of teacher ?”
Guru                      : “sudahlah turuti saja nasihatku. Supaya kau tidak ditimpa nasib yang sial !”  .  “ come obeyed advice. So thet you don’t overwrite the unlucky fate “
Sangkuriang       : “saya akan mengingat pesan guru “  . “I will remember the message of teacher”
Ia segera meninggalkan gurunya, dan pergi mengembara. Suatu ketika ia berkelahi dengan raja jin dan ia berhasil mengalahkan jin tersebut, sehingga jin tunduk kepadanya. Seperti yang di katakan gurunya, bahwa harus berjalan ke arah utara namun sangkuriang berjalan ke arah selatan. Ia lupa dengan perkataan gurunya. Dan ia melihat seorang gadis, langsung berkenalan. (he immediately left his teacher, and ent wandering. Once he fight with the king genie and he managed to defeat the genie, so the genie subject to him. As was said the teacher, that should go to the north but sangkuriang walking south. He forgot to the word of hid teacher. And he saw a girl, direct acquaintance )
Sangkuriang       : “siapa namamu nona ? “  .  “who are you miss ?”
Dayang Sumbi   : “nama saya dayang sumbi tuan. Dan siapa nama tuan ? “ .   “ my name dayang sumbi sir. And what is you’re name sir ? “
Sangkuriang       : “nama saya jaka galih. Bolehkah saya mengantar nona pulang ? “  .  “ my name jaka galih. Can I deliver miss home ? “
Dayang Sumbi   : “tentu saja tuan “  .   “ of course, sir “
Sangkuriang       : “apakah itu rumahmu ? “ .   “is that your house ?”
Dayang Sumbi   :  “ ya tuan, itu rumah saya “    .  “yes sir,it was my home “
Sangkuriang       : “kalau begitu saya mohon Pmit nona “  .   “ then I take my leave miss “
Dayang Sumbi   : “tapi hari sudah gelap. Apa tidak sebaiknya kamu menginap di rumah ku saja ? “    .  “but it was already dark. What should not you stay with me instead ?”
Sangkuriang       : “baiklah.jika itu pintamu “   .  “all right. If it’s your fate “
Suatu hari mereka sedang bercengkrama, tiba-tiba.....  (one day they were chatting, suddenly...)
Dayang Sumbi   : “aku rasa ada bekas luka di kepalamu ? “  .  “I think there’s a scar on your head?”
Sangkuriang       : “benarkah ? “ .  “ really ? ”
Dayang Sumbi   : “benar. Bisakah kau ceritakan sebab luka mu itu ? “  .  “ correct .can you tell me why you wound it??”
Tiba-tiba sangkuriang sedikit teringat masa lalunya (suddenly sangkuriang little remembered his past )
Dayang Sumbi   : “memang apa penyebab luka itu? “ .  “what causes the wound?”
Sangkuriang       : “itu bekas dipukul centong oleh ibuku sendiri “  .  “The former hit ladle by my mother “
Dayang Sumbi   : “hah ? dipukul centong ?”  . “hah ? ladle hit “
Sangkuriang       :  “iya.ketika aku berusia tujuh tahun memangnya kenapa ?”  .  “ya,when I was seven years old,it’s his why ?
Dayang Sumbi   : “kalau begitu kau adalah anakku. Kau adalah anakku sangkuriang “  .  “ then you’re my son. You are my son sangkuriang “
Sangkuriang       :”tidak mungkin ! jangan cari-cari alasan ! meskipun namamu dengan nama ibuku sama,tapi kau tidak mungkin ibuku “  .   “no way ! don’t be looking for a reason ! despite of the name with my mother’s name, but you don’t maybe my mother “
Dayang Sumbi   : “tapi ini aku ibumu nak “  . “ but I’am your mother,son “
Sangkuriang       : “tidak mungkin kau ibuku. Ibuku pastilah sudah berusia lanjut dan tidak secantik dirimu “  .   “no way you’re my mother. My mother must have been age further and not as beautiful as you “
Dayang Sumbi   : “aku adalah keturunan bidadari,dan aku tidak akan tua “  .”I’am the descendant of an angel, and I’m not going old.”
Sangkuriang       :”aku tidak percaya dengan ucapanmu itu “  .  “I don’t believe what you say it “
Dayang Sumbi   :”ohh dewi bagaimana ini?tolonglah aku.dia adalah anakku dewi “   . “oh goddess how is this ? please help me. He is my son , goddess “
Sangkuriang       : “bagaimnapun kau harus menjadi istriku “  . “however you have to be my wife “
Dayang Sumbi   : “tidak mungkin aku menikah dengan kamu nak “. “no way I’m married to you,son “
Sangkuriang       :”kau bukan ibuku, dan aku bukan anakmu “  (dengan nada  tinggi )    .  “you’re not my mother ,and I’m not your son “ (high stone )
Dayang Sumbi   : “baiklah aku akan menikah denganmu,tapi kau harus membuatkanku sebuah telaga di pucuk gunung “   . “well I want to marry you, but you have to make me a lake on top of the mountain”
Sangkuriang       : “Cuma telaga ? jangan kuatir akan kubuatkan” (jawabnya dengan mantap)   .   “just a lake ? don’t worry I’ll make you “ (she said firmly)
Dayang Sumbi   :” bukan hanya itu tapi dengan sebuah perahu besar.dan semua itu harus kau kerjakan dalam tempo semalam saja. Sebelum ayam berkokok semua harus sudah selesai “  .  “not only that but with a boat great..and all you have to do within overnight. Before the cock crow all must be completed”
Sangkuriang       : “jangan kuatir. Apapun permintaanmu akan ku turuti.”  .  “Don’t worry. Whatever your wish will obey me. "
Sangkuriang segera memanggil raja jin. (Sangkuriang immediately called the king of genie.)
Raja Jin                 : “Ada apa tuanku?”   .   "What is my lord?"
Sangkuriang       : “Cepat kau bantu aku membuat telaga dan perahu besar.”  ."Sooner you help me make the big lake and a boat."
Raja Jin                 : “Baik tuan.”  .  "Good master."
Dayang Sumbi   : “Oh dewi gagalkanlah kerja jin dan sangkuriang. Tolong cepatkanlah matahari terbit.”  ."Oh goddess abort was working genie and sangkuriang. Please hurry was the sunrise. "
Dewi                     : “Baik Sumbi.”  .   "Good Sumbi."   
 Ayam jantan pun berkokok.  (The roosters were crowing.)
Sangkuriang       : “Hei raja jin ayo lanjutkan kerjamu!” .  "Hey king genie let's continue your work!"
Raja Jin                 : “Maaf tuan hamba harus pergi karena hari telah pagi.” ."Sorry master slave must go because it was already morning."
Sangkuriang menghampiri dayang sumbi. (Sangkuriang Sumbi ladies approached.)
Sangkuriang       : “Kau curang! Pasti kau menggunakan kekuatan dewi untuk menggagalkan ini.”(sambil menendang perahu)  ..    "You cheated! Surely you use force to thwart this goddess. "  (Kicking boat) 

Seketika perahu itu berubah menjadi gunung. Yang diberi nama gunung Tangkuban Perahu. (Immediately the boat was turned into a mountain. Named Tangkuban Perahu)

naskah drama situ bagendit

Situ Bagendit
Tokoh Drama
o   Petani 1
o   Petani 2
o   Istri Petani 1
o   Istri petani 2
o   Nyi endit
o   Barja , Centeng 1 dan Centeng 2
o   Pacar Barja
o   Nenek
Peralatan
·         Lumbungpadi
·         Tongkat
·         Alat penumbuk padi
Latar Tempat
·         Gudang Beras
·         Rumah Petani
·         Sawah
·         Rumah Nyi Endit
·         Rumah barja
Alur     : Maju
Pada zaman dahulu di sebelah kota Garut ada sebuah desa yang subur dan penduduknya bermata pencarian  sebagai petani,namun meski desa mereka subur,tetap saja mereka hidup dalam kemiskinan.
Suatu hari di didesa petani hilir mudik pergi ke sawah,hari itu adalah hari panen
*SAWAH*
Petani 1     :Berat rasanya jika harus menjual padi ini pada orang kikir itu
Nyi Asih         :Ya,mau gimana lagi kang,daripada kita harus berurusan dengan centeng- centengnya,bisa  panjang ceritanya.
Petani 2     :Nyi endit itu benar-benar serakah ya…rasanya teh sayang sekali jika padi kita harus   di jual kepada orang pelit seperti dia itu tah.
Eneng        :ya,kita mah  orang kecil atuh,mau gimana lagi terima nasib saja kang.
Petani 1          :apa nya… yang di cari sama nyi endit? Harta sudah banyak gituh masih   saja mau numpuk padi
Nyi asih         :ya,,,sudahlah kang entar kedengaran orang lain,,,,
Eneng             :iya bener pisan kata Nyi Asih ,oh iya padinya sudah selesai di tumbuk nih                        kang?
Petani 2          :Oh Sudah neng!
Nyi asih          :Hayu atuh kita sama-sama jual padi …(Mereka bersama-sama berangkat ke gudang beras nyi endit)
*GUDANG BERAS NYI ENDIT*
Petani 2          :Berapa kang harga padi sekarang?
Centeng 1      :ya masih sama seperti yang dulu atuh.
Nyi Asih         :iihhh si akang teh kenapa tidak naik atuh?padahal di tempat lain harganya berbeda.
Centeng 2   :Sudah,nih…uangnya,sana pergi !(mereka berdua pergi keluar)
*RUMAH PETANI*
Petani 1          :kapan ya nasib kita berubah?tidak tahan saya mah hidup seperti ini,
Petani 2          : iya kamu bener kata kamu teh ,kenapa ya tuhan tidak menghukum si lintah darat itu?
Nyi asih          :sssttttt…….jangan kencang-kencang atuh nanti ada yang dengar! Kita mah harus sabar!
Eneng             :iya  Nanti juga akan datang pembalasan yang setimpal bagi orang yang suka berbuat aniaya kepada orang lain.tuhan mah tidak pernah tidur atuh akang .
*RUMAH BARJA*
Barja               :aduhh neng linda,, gimana atuh akang teh di suruh beli padi sama nyi endit.
Linda               :ihh si akang mahh,meni ngurusin wae nyi endit.
Barja               :bukan gitu neng linda, akang teh kan harus kerja atuh biar dapet uang buat eneng linda beli make up
Linda               :eh iya yah kang kan make up eneng teh sudah habis , parfum eneg yang dari paris juga sudah habis . padahal yah kang parfum itu teh udah nyaingin syahrini.
Barja               :ih si neng linda mah angger meni sok gitu wae.
Linda               :biarin atuh kang,ehh kang ngomong-ngomong akang mau beli padi dimana ?
Barja               :ya mau dimana lagi atuh neng kalau bukan di para petani itu.
Linda               :oh iya atuh kang , sok atuh akang kerja lagi.cari uang yang banyak buat beli make up sama parfum neng linda yang dari paris itu lohh kang .
Barja               :iyah neng, yaudah atu akang berangkat dulu Asslamualaikum.
Linda               :iyah sok kang Walaikumsallam.
*GUDANG BERAS NYI ENDIT*
(Nyi Bagendit sedang menghitung lumbung padi)
Nyi endit       :Barja…..bagaimana,apa semua padi sudah di beli?
Barja        :sudah nyi,boleh di periksa lumbungnya ! Lumbungnya sudah penuh di isi padi,bahkan sampai tidak muat hingga di simpan di luar nyi.
Nyi endit        :ha…ha..ha…sebentar lagi mereka akan kehabisan beras dan akan membeli kepadaku,aku akan semakin kaya! Bagus ,awasi terus para petani itu jangan sampai mereka menjual padi pada tempat lain.Beri pelajaran bagi siapapun yang membangkang .
(Beberapa minggu kemudian penduduk kehabisan beras)
*RUMAH PETANI*
Nyi asih          :aduh kang…. Persediaan beras kita sudah semakin menipis sebentar lagi kita harus terpaksa membeli beras kepada nyi endit,kata tetangga sebelah harganya sekarang naik 5 kali lipat.
Petani 1          :kan kata eneng juga kita harus sabar,ya..kita mah pasrah aja lah
(Di suatu siang yang panas,di ujung desa tampak nenek berjalan terbungkuk-bungkuk,dia melewati pemukingan penduduk dengan tatapan penuh iba)
Nenek        :khm,! Kasihan para penduduk ini.mereka menderita hanya karena ulah seorang saja.sepertinya hal ini harus segera di akhiri.(dia berjalan mendekati seorang penduduk)Nyi,saya numpang Tanya.
Nyi asih          :ya nek,ada apa ya?
Nenek             :Dimana saya bisa menemukan orang terkaya di desa ini?
Eneng            :eeehhh maksud nenek teh si nyi endit? Sudah dekat atuh nek.nenek tinggal lurus ajah sampai bertemu pertigaan lalu nenek belok kiri,nanti nenek lihat rumah yang sangat besar,itu rumahnya.emang nenek teh ada keperluan apa sama nyi endit?
Nenek             :nenek hanya mau minta sedekah saja.
Nyi asih         :ah…percuma atuh nek,minta sama dia mah gak bakalan di kasih,kalau nenek lapar,nenek biar makan di rumah saya,tapi seadanya ya nek.
Nenek            : tidak perlu,nenek Cuma mau tau reaksinya kalau ada pengemis yang minta sedekah.oh ya…tolong kamu beri tahu penduduk yang lain untuk siap-siap mengungsi.karena sebentar lagi akan ada banjir besar.
Nyi asih          : aahhhkk nenek bercanda ya…?mana mungkin ada banjir di musim kemarau.
Eneng              : iya nenek mah aya-aya wae atuh.
Nenek            :nenek tidak bercanda sebab nenek adalah orang yang akan memberikan pelajaran pada nyi endit,maka dari itu mengungsilah!bawalah barang-barang berharga milik kalian
(nenek pun pergi dan mereka pun bingung)
*DI RIMAH NYI BAGENDIT*
Nyi bagendit sedang menikmati makanan bersama dengan centengnya,datanglah seorang pengemis(nenek-nenek)
Centeng 2       : hey pengemis tua,cepat pergi dari sini! Jangan sampai teras rumah ini kotor terinjak oleh kaki mu itu.
Nenek             :saya mau minta sedekah,mungkin ada sisa makanan yang bisa saya makan,sudah tiga hari saya tidak makan.
Centeng 1       :apa peduliku,emang aku ibumu? Kalau mau makan,ya..beli jangan minta! Sana cepat pergi sebelum saya seret.
(tapi si nenek tidak bergeming dari tempatnya)
Nenek             :nyi Endit keluarlah! Aku mau minta sedekah nyai Enndddiiittt….
Nyi Endit       :siapa sih yang terik-teriak di luar? Ganggu orang makan saja.hey siapa kamu nenek tua? Kenapa kamu berteriak- teriak di depan rumah orang?
Nenek            :saya Cuma mau minta sedikit makanan karena saya sudah tiga hari tidak makan
Nyi endit       :lah,gak makan kok minta sama aku,TIDAK ADA…. Cepat pergi dari sini! Nanti banyak lalat yang menyium bau mu.
(si nenek bukannya pergi  tapi malah menancabkan tongkatnya ke tanah ,lalu memandang nyi endit dengan penuh amarah)
Nenek            :hai endit,tuhan memberikan mu rizky yang berlimpah tapi kau tidak bersyukur,KAU KIKIR
Nyi endit        :hahaha…..kau mau menghukum ku,tidak salah ni? Kamu tidak lihat centeng-centengku banyak sekali pukul saja kau pasti mati.
Nenek            :tidak perlu repot-repot mengusirku,aku akan pergi dari sini jika kau bisa mencabut tongkat ku dari tanah.
Nyi endit        :dasar nenek gila,apa susahnya nyabut tongkat,tanpa tenagapun aku bisa
(nyi endit mencoba menyabut tongkat,ternyata tongkat itu tidak bergeming)
Nyi endit       :sialan! (lalu menyuruh si centeng-centengnya) centeng…cabut tongkat itu! Awas kalau sampai tidaktercabut.gajih kalian  akan ku potong.
(centeng itu mencoba untuk mencabut tongkat itu,namun tidaj berhasil)
Nenek            :hahaha…kalian tidak berhasil,ternyata tenaga kalian tidak seberapa.lihat aku akan mencabut tongkat ini.nenek itu mencabut tongkat itu,dan tiba-tiba dari bekas tancapan tongkat si nenek menyembur air yang sangat deras).Nyi endit inilah hukuman untukmu! Air ini adalah airmata para penduduk yang sengsara karena ulah mu.kamu dan hartamu  akan tenggelam oleh air ini!
Si nenek menghilang,dan nyi endit panik melihat air yang meluap dengan deras.ia berlari menyelamatkan hartanya dan air meluap segera dan nyi endit tenggelam bersama hartanya).






Sinopsis Situ Bagendit :

Pada zaman dahulu hiduplah seorang janda yang kaya raya,bernama Nyai Endit.Ia tinggal di sebuah desa di daerah Garut, Jawa Barat. Nyai Endit mempunyai harta yang berlimpah ruah. Akan tetapi, ia sangat kikir dan tamak. Ia juga sangat sombong, terutama pada orang-orang miskin. Suatu hari Nyai Endit mengadakan selamatan karena hartanya bertambah banyak. Ketika selamatan itu berlangsung, datanglah seorang pengemis. Keadaan pengemis itu sangat menyedihkan. Tubuhnya sangat kurus dan bajunya compang-camping. “Tolong Nyai, berilah hamba sedikit makanan, ”pengemis itu memohon. Melihat pengemis tua yang kotor dan compang-camping masuk ke rumahnya, Nyai Endit itu marah dan mengusir pengemis itu. “Pengemis kotor tidak tahu malu, pergi kau dari rumahku, ”bentak Nyai Endit. Dengan sedih pengemis itu pergi. Keesokan harinya masyarakat disibukkan dengan munculnya sebatang lidi yang tertancap di jalan desa. Semua orang berusaha mencabut lidi itu. Namun,tidak ada yang berhasil. Pengemis tua yang meminta makan pada Nyai Endit muncul kembali.
Dengan cepat ia dapat mencabut lidi itu. Seketika keluarlah pancuran air yang sangat deras. Makin lama air itu makin deras. Karena takut kebanjiran,penduduk desa itu mengungsi. Nyai Endit yang kikir dan tamak tidak mau meninggalkan rumahnya. Ia sangat sayang pada hartanya. Akhirnya, ia tenggelam bersama dengan harta bendanya. Penduduk yang lain berhasil selamat.